Kamis, 23 Oktober 2014

Tulang Rusuk yang Hilang

Angin menghampiri debu yang terdiam,kaku dan membisu
sedangkan angin bergejolak menari seperti biasanya , jalanan terasa panas seperti gemuruh neraka mulai mengingatkan kita bahwa mencari sesuatu membutuhkan perjuangan .. 
perjuangan seperti apa ? 
Apakah perjuangan itu selalu menghasilkan hal-hal yang kita inginkan atau tidak ?
Apakah perjuangan itu sebagian sepermili kenangan tentang kita ?

Angin bertanya kepada debu 
mengapa kamu terdiam kaku dan membisu ?
dimana Tulang Rusukmu ?
Sepertinya debu terdiam dan tidak dapat menjawab 
Lalu angin kembali bergejolak seperti biasanya . 

Ketika angin pergi menjauh dari debu , 
debu terisak halus dan mengatakan "apakah kamu pernah kehilangan Tulang Rusukmu ?"
Angin tersenyum dan berkata , "Ketika hidup dihadapkan dengan kedua hal , apakah kamu lantas memilih atau pergi meninggalkan keduanya ?"
Debu terdiam dan bingung .. 
Angin berkata sambil tersenyum "Jika kamu pergi memilih apakah pengorbanan yang harus kamu relakan ? tentunya kamu harus meninggalkan satu pilihan tersebut"
Lantas Angin melanjutkannya : Tulang rusukku ada , dia ada disini dan sesekali aku menatapnya dari jauh , dia pergi meninggalkan sejuta harapan , akan tetapi aku tidak perlu menunggunya , dia selalu disini . 

Lalu debu bertanya : Siapakah Tulang rusukmu itu ?
Angin menjawab : "Dunia ini"