Sabtu, 12 Oktober 2013

Just remember



Hari memang selalu berlalu
Kaki selalu beranjak
Pikiran selalu berganti
Tapi hati tidak akan pernah mencoba membodohi  .
Hidup terlalu singkat jika hanya seperti . berjalan , berlari , tertawa , sedih , ragu .
Hidup terlalu singkat jika hanya sebuah paragraf basi selalu tersirat .
Hidup tidak akan pernah membodohi siapa , dimana , dan kapan aku pernah melirikmu .
Melirikmu bukan hanya sekali , melirikmu bukan hanya sekedar intermezo belaka .
Aku pernah bertanya kepada malam , kapan aku harus memilikimu .
Aku pernah tersenyum sangat bodoh , tersenyum hanya karena dibukuku terselip namamu .
Terselip bukan hanya tulisan belaka , ini beda , ini sangat berbeda tentunya  .
Lalu , aku pernah bertanya kepada mimpi kapan aku harus mengatakan perasaanku yang sebenarnya .
Lalu tersadar , hanya sebuah mimpi .

Hati akan tetap seperti ini , dia tidak akan berubah . tapi , kapasitasnya terserah seberapa banyak kamu ingin mengisinya .
Hati tentunya hanya sebuah organ yang kita sendiri tidak dapat mendeskripsikannya . tapi , kita mampu selalu mengatakannya .
Kamu tentunya . mau tidak mengisinya ? mengisinya sampai seberapa lama kamu sanggup .

Aku tentunya hanya dapat berharap , selalu berharap dan sayangnya setiap harapanku selalu pergi seperti angin yang selalu mengembuskannya begitu saja . atau seperti sebuah deflasi yang hanya membentuk timbunan harapan .

Kadang ditulisanku ini selalu saja ada kebodohan . tidak jelas mengarah untuk siapa . tapi tentunya kamu pasti sadar tentang hal itu . ketika kamu dapat melihat deretan tulisanku yang tertata rapi di meja blogku dan kamu melihatnya . tentu kamu harus peka sedikit .

Kadang aku hanya berharap disetiap kata cinta selalu ada kata setia . tapi sayang , setia itu bukan milik kita saat itu . Dia pergi lalu menghilang , lalu hanya ada sebuah pertanyaan . sulit .

Mungkin kamu bukan yang pertama . tapi , selalu ada air disela bebatuan . mereka mungkin akan meresap tapi selalu ada bekasnya , kecuali matahari datang lalu menghapusnya begitu saja .
(Aku ibarat air kamu ibarat batu dan lelaki lain ibarat matahari)
Aku bukan berharap bisa selalu seperti ini . aku benci seperti ini , aku benci seperti orang bodoh yang selalu berharap begitu banyak , lalu kamu disudut sekolah tertawa begitu manisnya dengan .......

Seperti itu setiap hari dan aku bosan berpose setiap hari lalu bergaya bahwa aku tidak akan takut kamu pergi  , lalu ketika berpapasan sudah lewat badanku lesuh kembali , berpikir kamu pernah memikirkanku . memikirkanku walau disela-sela kesibukanmu masih ada sepermili saja .

Tapi pantaskah seperti ini , pantaskah cinta yang selalu aku jaga hancur hanya karena sebuah matahari yang menyerap air dan lalu menghilang ?
Tapi pernah tidak kamu tahu , ketika air menyerap dan lalu hilang , masih ada bekasnya ? bekasnya masih ada didalam , dan itu tidak akan pernah hilang . lalu bagaimana ?

Tulisan ini hanya untuk penghilang bosan saja , sampai jari-jariku tidak punya tenaga lagi untuk menggerakkannya . dan itu sudah cukup . dan kamu harus ketahui dibalik kebosananku , ini caraku mengingatmu , menuliskannya lalu menyimpannya .
Dan kemudian ketika aku sudah tidak ingat lagi , atau ketika aku sudah tidak bisa melihat huruf lagi untuk mengetiknya dan lalu aku menyuruh temanku untuk membacakannya lalu aku terdiam dan hanya mendengar , dan akhirnya tersenyum  .  setidaknya aku pernah mengingatmu . aku pernah menulis hanya karena sebuah alasan klasik “aku hanya ingin mengingatmu”