Senin, 19 Agustus 2013

Ternyata bukan aku ....

Aku berjalan dengan sepatu terbaikku .
menapaki setiap gumpalan batu yang tertata rapi
melewati setiap kerumunan .
Aku berpakaian sangat rapi pada hari itu
Jas lama yang baru kukeluarkan dari lemariku , aromanya masih tertata disetiap lapisan kainnya .
dengan kemeja putih yang kukenakan seakan hari itu hari terbaikku .

Aku sudah tiba ditempat tujuanku , kulihat ramainya mereka
Turun menggunakan mobil-mobil mewah
aku enggan untuk berjalan , aku malu , aku bukan bagian dari mereka .

Hari itu aku tidak diundang sama sekali
aku berjalan kedepan jendela yang masih terbuka sedikit
Gereja tua yang sudah sepi diluarnya seakan mereka sudah memulai acaranya
Aku ,
aku disini melihatmu , melihatmu berpakaian sangat menawan .
sepatu hak tinggi yang kamu kenakan seakan hanya kamu bidadarinya
kulihat kesebelahnya
Mungkin itulah yang kamu anggap pangerannya .

Aku hanya bisa menikmati dari sudut terkecil
sambil berusaha menahan rapuhnya hati
jas yang kamu berikan ini sudah kupakai. tidakkah kamu mau melihat penampilanku hari ini .
aku sangat gagah hari ini :"

ketika sudah beberapa lama akhirnya mereka sudah menjadi 1
aku hanya bisa melihat dan juga menahan air mata
kamu tidak perlu tahu aku melihatmu atau tidak
tapi hari ini terimakasih sudah mengajarkanku cara untuk bertahan diatas penderitaan
ketika kamu baca suratku , mungkin aku sudah jauh dan tidak akan mengusikmu lagi :') 

"semoga bahagia sayang 
 aku melihatmu dari sini 
kamu pasti menyesal tidak melihatku kan ?
aku hanya bercanda saja heeheheh 
kamu sangat mempesona 
pangeran pilihanmu juga sangat pantas untukmu 
aku pergi , aku sudah mengenakan  jas dan kemeja yang kamu berikan . Dulu
aku pikir aku yang akan berada disampingmu , dipelaminan 
bye ;') "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar