Senin, 02 September 2013

Dia masa Laluku ..

        Tuhan pernah mempertemukan kita dalam 1 bait cerita cinta
tapi kemudian kamu memilih untuk lepas dari 1 kalimat yang ada didalamnya .
Aku selalu mengatakan ,  aku menyerah untuk semua itu , aku lepas tangan .
sampai kemudian waktu terus berjalan melewati ribuan bait yang tidak terisi sama sekali , ya semua berlalu begitu saja . Kamu wanita yang selalu kukagumi disetiap seperdetik hari-hariku , yah kamu wanita yang selalu kuanggap sempurna ,..
        Hari itu tanggal 29 agustus 2013 , hari yang biasa saja sama seperti hari sebelumnya . Aku melepaskan penatku diruangan itu , ruangan yang selalu menyisakan kenangan . Aku kembali kesana membawa secangkir teh hangat dan tidak lupa novel ke89 ku . meskipun hari ini sama seperti biasanya bukan berarti kita tidak bisa menikmatinya . Aku sembari duduk dengan gaya terbaikku kunikmati setiap tulisan yang ada didalamnya , yah semua berlalu begitu saja sampai akhirnya waktu menunjukkan pukul 4.00 WIB . kunikmati jarum panjang jam yang ada dimejaku , dalam pikiranku berkata "why time goes so fast?"
yah karena 2 hari lagi aku harus selesaikan liburan ini , aku harus betul-betul pergi untuk berjuang demi cita-citaku . 2 hari lagi aku harus berangkat ke Australia dan semua kenangan disini harus ditinggalkan .
      Kamu selalu mengajakku untuk bertemu di cafe biasa , dan aku selalu menolaknya . Kamu selalu menawarkan aku untuk bertatapan mata denganmu , dan aku menolaknya lagi . Kamu tidak perlu tahu alasan mengapa aku selalu menolaknya . Bukannya kamu sudah terbiasa tanpaku ? kukirimkan pesan singkat ke nomor hpnya . Dan kamu selalu berusaha keras untuk membujukku .
      Tepat pukul 7.00 WIB dan masih ditanggal yang sama . tiba-tiba kamu menghidupkan kerinduan yang masih tertanam didalam pikiranku dan sebenarnya pikiranku tentangmu masih tersimpan baik dipikiranku.
untuk kali ini aku menerima tawaranmu , aku langsung pergi menemuimu . Aku berjalan melewati kerumunan orang yang berbalik arah berjalan denganku . kulewati setiap sela keraguan , kuikuti setiap sela kemunafikan .
      Dan ketika sudah melewati perempatan aku berdiri dan melihat disekelilingku , aku terus mencarimu dengan mata minusku , aku mencari cafe kita , cafe yang sudah lama tidak kukunjungi karena aku selalu yakin  setiap pijakan arah yang menuju kecafe itu selalu membawaku kedalam nostalgia . Aku berjalan perlahan tampak santai tidak ragu tapi sebenarnya semua berbeda . Kutatap kearah cafe itu dan aku melihatmu , yah aku melihatmu . sekitar 1 menit aku menatapimu dari jarak kejauhan meskipun tampak rabun tapi jujur saja kamu kelihatan sangat ahkkkk sudalah dia masa lalu .
     Aku mendekatimu , kakiku kelihatan gemetaran . dan kamu langsung berdiri menyambutku .
Aku bingung berkata apa dan kamu juga tampak bingung mau berkata apa . Dan aku memulai pembicaraan kita . Selang beberapa menit kamu berkata kepadaku , berkata kepadaku dengan sedikit tegas , simple dan padat , "Aku mencintaimu" . Dua kata itu sungguh-sungguh membuatku semakin membencimu , yah aku benci ketika kamu berkata seperti itu . Akhir dari pertengkaran kita kamu mengatakan "Aku membencimu" dan aku masih mengingat itu .
     Dan malam itu aku langsung beranjak dari tempat dudukku , kugelengkan kepalaku sambil berkata "Kamu tidak perlu mencintaiku , kamu lebih memilih dia daripada aku dan aku sangat paham itu"
"Oh ya , 2 hari lagi aku segera pergi dari sini , bukannya kamu lebih menyukai itu ? , Aku akan pergi ke Australia dan melanjutkan studyku"
Malam itu pun aku langsung beranjak dari tempatku , aku berlari sekuat mungkin
sampai pada akhirnya aku selalu berharap disetiap kerinduanku masih tersisa sedikit ruang untuk memilikimu , dan terkadang aku tidak harus berkata jujur untuk sebuah cinta . Aku lebih ingin berbohong untuk semua itu . Karena terkadang aku lebih membencimu ketika kamu jujur dan pada akhirnya kejujuranmu yang menghancurkan hubungan kita  .

    Pada tanggal 31 aku betul-betul pergi , aku merindukanmu sayang . masih pantaskah kau kupanggil sebutan terbaikku ? , aku akan mencintaimu disetiap nafas yang kukeluarkan sampai akhirnya nafas itu berubah kepada seseorang bukan kamu lagi .
yah aku merindukanmu dengan sejuta impianku .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar