Hari memang
selalu berlalu
Kaki selalu
beranjak
Pikiran
selalu berganti
Tapi hati
tidak akan pernah mencoba membodohi .
Hidup
terlalu singkat jika hanya seperti . berjalan , berlari , tertawa , sedih ,
ragu .
Hidup
terlalu singkat jika hanya sebuah paragraf basi selalu tersirat .
Hidup tidak
akan pernah membodohi siapa , dimana , dan kapan aku pernah melirikmu .
Melirikmu
bukan hanya sekali , melirikmu bukan hanya sekedar intermezo belaka .
Aku pernah
bertanya kepada malam , kapan aku harus memilikimu .
Aku pernah
tersenyum sangat bodoh , tersenyum hanya karena dibukuku terselip namamu .
Terselip
bukan hanya tulisan belaka , ini beda , ini sangat berbeda tentunya .
Lalu , aku
pernah bertanya kepada mimpi kapan aku harus mengatakan perasaanku yang sebenarnya
.
Lalu
tersadar , hanya sebuah mimpi .
Hati akan
tetap seperti ini , dia tidak akan berubah . tapi , kapasitasnya terserah
seberapa banyak kamu ingin mengisinya .
Hati
tentunya hanya sebuah organ yang kita sendiri tidak dapat mendeskripsikannya .
tapi , kita mampu selalu mengatakannya .
Kamu
tentunya . mau tidak mengisinya ? mengisinya sampai seberapa lama kamu sanggup
.
Aku tentunya
hanya dapat berharap , selalu berharap dan sayangnya setiap harapanku selalu
pergi seperti angin yang selalu mengembuskannya begitu saja . atau seperti
sebuah deflasi yang hanya membentuk timbunan harapan .
Kadang
ditulisanku ini selalu saja ada kebodohan . tidak jelas mengarah untuk siapa .
tapi tentunya kamu pasti sadar tentang hal itu . ketika kamu dapat melihat
deretan tulisanku yang tertata rapi di meja blogku dan kamu melihatnya . tentu
kamu harus peka sedikit .
Kadang aku
hanya berharap disetiap kata cinta selalu ada kata setia . tapi sayang , setia
itu bukan milik kita saat itu . Dia pergi lalu menghilang , lalu hanya ada
sebuah pertanyaan . sulit .
Mungkin kamu
bukan yang pertama . tapi , selalu ada air disela bebatuan . mereka mungkin
akan meresap tapi selalu ada bekasnya , kecuali matahari datang lalu
menghapusnya begitu saja .
(Aku ibarat
air kamu ibarat batu dan lelaki lain ibarat matahari)
Aku bukan
berharap bisa selalu seperti ini . aku benci seperti ini , aku benci seperti orang
bodoh yang selalu berharap begitu banyak , lalu kamu disudut sekolah tertawa
begitu manisnya dengan .......
Seperti itu
setiap hari dan aku bosan berpose setiap hari lalu bergaya bahwa aku tidak akan
takut kamu pergi , lalu ketika
berpapasan sudah lewat badanku lesuh kembali , berpikir kamu pernah
memikirkanku . memikirkanku walau disela-sela kesibukanmu masih ada sepermili
saja .
Tapi
pantaskah seperti ini , pantaskah cinta yang selalu aku jaga hancur hanya
karena sebuah matahari yang menyerap air dan lalu menghilang ?
Tapi pernah
tidak kamu tahu , ketika air menyerap dan lalu hilang , masih ada bekasnya ? bekasnya
masih ada didalam , dan itu tidak akan pernah hilang . lalu bagaimana ?
Tulisan ini
hanya untuk penghilang bosan saja , sampai jari-jariku tidak punya tenaga lagi
untuk menggerakkannya . dan itu sudah cukup . dan kamu harus ketahui dibalik
kebosananku , ini caraku mengingatmu , menuliskannya lalu menyimpannya .
Dan kemudian
ketika aku sudah tidak ingat lagi , atau ketika aku sudah tidak bisa melihat
huruf lagi untuk mengetiknya dan lalu aku menyuruh temanku untuk membacakannya
lalu aku terdiam dan hanya mendengar , dan akhirnya tersenyum . setidaknya aku pernah mengingatmu . aku pernah
menulis hanya karena sebuah alasan klasik “aku hanya ingin mengingatmu”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar